Dewan ''Plesir'' ke Singapura; LSM Gelar Acara Ruwatan

Bau kemenyan yang dibakar, Selasa lalu, menyebar memenuhi udara di halaman dan gedung DPRD. Asap kemenyan itu bukan untuk mengusir nyamuk Anopheles (lantaranan Banjarnegara dikenal daerah endemis Malaria), melainkan membuka aura para anggota Dewan.

Sepekan belakangan ini, para wakil rakyat setempat menjadi sorotan publik. Sebab menjelang akhir masa tugas, mereka terjangkit ''demam'' plesiran keluar daerah .

Kali ini yang menjadi tujuan adalah P Batam dan Singapura. Hampir semua anggota Dewan wisata mengikuti acara yang dibalut kunjungan kerja, termasuk delapan pejabat eselon II Pemkab.

Koalisi LSM se kabupaten mengecam kegiatan yang menelan biaya Rp 500 juta dari APBD 2004. Karena suara mereka dianggap angin lalu, para aktivis organisasi non-pemerintahan itu, Selasa (25/5) lalu menggelar upacara ruwatan Gedung DPRD.

Upacara yang diikuti sekitar 50 orang aktivis LSM dimulai pukul 10.00. Ruwatan dipimpin seorang dukun. Sambil duduk bersila di halaman menghadap gedung itu, dan berdoa, dilanjutkan membakar kemenyan dan menebar kembang 7 jenis.

Seusai berdoa,'' si-dukun'' diikuti lima orang pembantu yang berpakaian Jawa menuju gedung. Mereka mengasapi sudut gedung, kemudian masuk gedung dan mengasapi beberapa ruang yang dianggap memiliki sukerta (sial-Red)

''Ruang panitia anggaran perlu diruwat, karena dari ruang ini kadang muncul keputusan Pimpinan Dewan yang tak memihak rakyat,'' kata Budhi hermanto SKom, koordinator kegiatan itu.

Saat upacara, suasana gedung DPRD sepi. Sebab para anggota Dewan, sekwan, para kabag, kasubbag dan beberapa staf Dewan, sudah berangkat ke Yogyakarta pukul 05.00 untuk kunjungan kerja ke Batam dan Singapura, sebelum para aktivis LSM datang.

Tak Anti

Koordinator Parwi, Drs Imam Ustat, menegaskan Koalisi LSM tak anti kunjungan kerja. Namun kegiatan semacam itu seharusnya melihat efektivitas dan efisiensi.

''Batam daerah Industri. Apa yang mau diperbanding dengan Banjarnegara yang berbasis pertanian, apalagi Singapura,'' tanya dia.

Dia tak yakin kunjungan itu ada pertemuan antarpemerintah. Sebab yang mengantar rombongan adalah biro perjalanan, bukan undangan Pemkot setempat. Mustahil akan disambut pejabat eksekutif/legislatif Pemkot Batam.

Koalisi LSM merasa hormat dan terima terima kasih, pada anggota Dewan yang tidak ikut kegiatan itu. Antara lain Wakil Ketua DPRD Suparno, Drs Amin Maksun (FRN) dan Sutopo Condro Yudo SIP (FPG).

''Pak Parno, tak berangkat karena sakit. Pak Amin Maksun dan Topo (Sutopo Condroyuda-Red), patut diberi penghargaan karena masih punya nurani,'' tambah Budhi Hermanto.

Restu Martanto memiliki daftar 24 unit SD yang perlu perbaikan, dari Kalibening hingga Banjarnegara Selatan. Daftar itu sudah diajukan ke dirjen untuk diminta bantuan rehabilitasi, namun sampai sekarang belum ada kejelasan.

''Jika tak untuk plesiran, biaya Rp 500 juta bisa untuk memperbaiki 24 unit SD yang rusak, ,'' ujarnya. (A9-34)

Sumber: Suara Merdeka, 31 Mei 2004

BAGIKAN

Sahabat ICW_Pendidikan