Lawan Regenerasi Koruptor, ICW Buat Sekolah Antikorupsi

Sumber: DokICW
Sumber: DokICW

Setiap hari kita tidak pernah absen mendengar kasus korupsi di berbagai media. Semua aspek dalam kehidupan sepertinya tidak luput dari praktek-praktek korupsi. Artinya jumlah aktor yang melakukan korupsi setiap harinya semakin bertambah. Bangsa ini mengalami krisis dalam banyak hal akibat korupsi. Maraknya kasus korupsi menandakan betapa koruptor telah berkembang biak melahirkan banyak regenerasi koruptor. Koruptor tidak lagi didominasi orang tua, tapi banyak pula diantara mereka adalah generasi muda.

Regenerasi koruptor tentu saja harus dicegah dan tak bisa didiamkan. Salah satu cara melawannya adalah mempertahankan lembaga antikorupsi yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang selama ini efektif memberantas korupsi. Oleh karenanya segala upaya pelemahan terhadap KPK dan gerakan antikorupsi harus dilawan.

Cara lain mencegah regenerasi koruptor adalah dengan mencetak banyak generasi antikorupsi, khususnya generasi muda untuk terlibat dan menjadi bagian perlawanan korupsi di Indonesia. Hal ini kemudian mendorong Indonesia Corruption Watch (ICW) membuat program pendidikan antikorupsi dalam bentuk Sekolah Antikorupsi (SAKTI).

SAKTI memiliki tujuan (1) memiliki pengetahuan dasar tentang isu antikorupsi, baik dari sisi sejarah, teori, maupun kemampuan dasar memanfaatkan instrumen pemantauan; (2) memiliki perspektif antikorupsi dan keahlian dasar pemantauan korupsi; serta (3) memiliki kemampuan dasar melakukan advokasi dan kampanye isu antikorupsi.

Kurikulum SAKTI 2017 diharapkan dapat membuat para peserta paham mengenai korupsi dan bagaimana memberantasnya. Alumnus SAKTI juga didorong dapat menjadi agen antikorupsi di daerahnya masing-masing dan bisa menularkan virus antikorupsi dalam setiap perbuatannya. Sekolah pencetak kader antikorupsi ini telah berjalan pada tahun 2013 dan 2015 serta direncanakan akan dilaksanakan kembali pada tahun 2017.

Tokoh-tokoh yang pernah menjadi pemateri SAKTI 2013 dan 2015 antara lain Teten Masduki, Bambang Widjojanto, Budiman Sujatmiko, Busyro Muqoddas, Romo Frans Magnis Suseno, Febri Diansyah, Ani Soetjipto dan Adnan Topan Husodo.

Untuk pelaksanaan SAKTI tahun 2017 ini ICW membuka kesempatan bagi 20 orang pemuda-pemudi dari seluruh wilayah Indonesia, yang nantinya akan diseleksi dengan ketat. Adapun waktu pendaftaran dilaksanakan pada tanggal  27 Maret – 12 Mei 2017. Terkait dengan informasi lebih detail tentang pelaksanaan SAKTI ICW dapat mengakses website www.antikorupsi.org/sakti2017

 

Jakarta, 29 Maret 2017

Indonesia Corruption Watch

 

Abdullah Dahlan (Hp 081288233478) / Wana Alamsyah (Hp 087878611344)

Berita Terkait