ICW: Membongkar Kejahatan Adalah Kerja Utama Jurnalisme

(Dok. ICW)
(Dok. ICW)

Antikorupsi.org, Jakarta, 28 Desember 2016 – Indonesia Corruption Watch (ICW) menggelar malam puncak penganugerahan Anugerah Karya Jurnalistik Antikorupsi (AKJA) 2. Acara digelar di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Desember 2016.

Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo dalam sambutan acara mengatakan, media berperan besar dalam membongkar skandal dan kejahatan yang dilakukan aktor penguasa.

“Kerja jurnalistik paling utama adalah membongkar kejahatan yang dilakukan pemegang kekuasaan, sehingga media dianggap menjadi pilar ke 4 demokrasi,” katanya di Jakarta, Kamis 22 Desember 2016.

Membongkar kejahatan korupsi menurutnya menjadi krusial dalam situasi saat ini. Media selama ini telah memberikan peranan besar terhadap upaya tersebut.

“Kami ingin bekerja bersama para jurnalis dalam kerja pemberantasan korupsi, karena alasan itu juga acara ini digelar,” imbuhnya.

Ia berharap, gelaran AKJA dapat menjadi pemicu bagi para jurnalis untuk bekerja lebih gigih dalam pemberantasan korupsi.

“ICW berharap bisa mendorong teman-teman jurnalis agar tetap kuat, teguh, dan sadar bahwa kerja pemberantasan korupsi adalah hal yang penting.”

Terdapat empat kategori yang dikompetisikan dalam AKJA 2, yaitu In-depth reporting dan Investigative reporting, Audiovisual Jurnalistik, Karikatur, dan Fotografi.

Kategori In-depth reporting dan Investigative reporting dimenangkan oleh jurnalis Tempo, Mustafa Silalahi, Pramono, dan Rusman Paraqbueq. Untuk kategori Audiovisual Jurnalistik dimenangkan oleh jurnalis Trans 7, Fredi Yansyah dan Guntur Arbiansyah.

Kategori fotografi dimenangkan oleh jurnalis Media Indonesia, Rommy Pujianto. Sedangkan kategori karikatur dimenangkan oleh Joko Luwarso, jurnalis Harian Terbit.

(Egi)

Berita Terkait