Eman Bantah Suap Pejabat Departemen Hukum

Direktur Utama PT Sentral Filindo Eman Rachman, yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan sistem identifikasi sidik jari di Departemen Kehakiman, membantah telah menyuap pejabat di departemen tersebut. Mereka bekerja secara profesional. Tidak ada niat untuk menyuap, kata kuasa hukumnya, Umbu S. Samapaty, kepada Tempo, mengutip pernyataan Erman kemarin.

Sebelumnya, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan Erman telah memberikan uang Rp 375 juta kepada Apendi, Kepala Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Departemen, ketika menjadi pemimpin proyek tersebut. Selain dugaan suap kepada Apendi, KPK juga tengah menyidik dugaan suap kepada pejabat lain di Departemen Kehakiman.

Dalam proyek senilai Rp 18,48 miliar itu, Sentral Filindo diuntungkan dan menerima sejumlah kemudahan dalam pelaksanaan proyek. Potensi kerugian negara sekitar Rp 6 miliar. Selain Erman dan Apendi, turut menjadi tersangka mantan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Zulkarnain Yunus.

Menurut Umbu, uang yang diberikan kepada Apendi bukan untuk kepentingan memenangi proyek. Harus dibuktikan itu suap, kata dia.

Tentang aliran dana Rp 1,4 miliar dari Eman kepada Fachmi Yandri, yang dikenal dekat dengan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Kehakiman ketika itu, menurut Umbu dana itu bukan untuk kepentingan proyek. Mereka ada bisnis lain, kilahnya.

Umbu mengungkapkan, kliennya saat ini dalam kondisi sakit kuping, tenggorokan, dan mag. Kalau stres, seluruh badannya ngilu, kata dia. TITO SIANIPAR

Sumber: Koran Tempo, 8 Maret 2007