Juara 2 Surat untuk Presiden: Alma Putri Dhiafira

Surabaya, 9 Desember 2014

Kepada
Yang Terhormat Bapak Joko Widodo
Presiden Indonesia yang Baik
Di tempat

Assalamualaikum Warohmatulahi Wabarokatu.

Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menulis surat kepada Bapak Jokowi, Presiden Republik Indonesia. Sebagai pelajar, saya merasa terhormat mendapat kesempatan ini. Saya harap bapak berkenan membaca dan merespon surat saya.

Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya bapak menjadi Presiden Indonesia ke 7. Saya yakin bukan perkara mudah memimpin negara Indonesia yang begitu kaya. Amat kaya sehingga terkadang kita terlena dan alpa untuk menjaga dan memanfaatkan kekayaan yang kita miliki untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945. Banyak pemangku jabatan yang tidak amanah, mengabaikan janjinya kepada ibu pertiwi dan menginjak-injak kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Dalam sosok bapak saya melihat harapan baru yang saya yakini bukan fatamorgana. Bukan semata karena janji kampanye bapak menuju RI 1. Saya melihat rekam jejak dimana bapak sukses memimpin kota Solo dan Provinsi DKI Jakarta. Saat saya melakukan penampilan Balet di Solo, saya menyempatkan diri menikmati kota Solo di pagi hari dengan berjalan kaki dan naik becak. Saya melihat geliat pembangunan, dimana banyak resto unik yang menggugah minat pendatang untuk menikmati kuliner khas Solo. Saya melihat Solo dapat memadukan kesederhanaan dan indahnya budaya. Hal baik juga terlihat saat bapak memimpin Ibukota yang susah “ditaklukan”. Bapak berhasil menggugah semua elemen masyarakat untuk bergerak, membangun kota dari sisi yang sebelumnya tidak terlihat dan terkelola dengan baik oleh pendahulu bapak. Kata “blusukan” menjadi idiom populer sekaligus ditakuti pemangku jabatan yang tidak amanah. “Gebrakan cerdas, cepat, cantik” adalah istilah saya untuk mengapresiasi langkah luar biasa yang bapak lakukan, gebrakan yang membuka mata kita semua bahwa masih banyak hal baik yang dapat kita lakukan untuk negeri ini. Saya harap jejak sukses tersebut berlanjut saat Bapak memimpin Indonesia.

Saya percaya, dibalik negara hebat tentu ada pemimpin yang dapat menjadi suri tauladan bagi rakyatnya. Kesederhanaan dan sikap Bapak yang apa adanya telah menjadi teladan bagi kami. Pemilihan kabinet yang mempertimbangkan keinginan rakyat, tidak hanya kepentingan partai serta proses transparan memberikan keyakinan bahwa bukan tidak mungkin mewujudkan pemerintahan yang memiliki etos “Kerja, Kerja, Kerja” dan anti KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Saya membaca berita mengenai putri Bapak yang mengikuti tes calon PNS. Putri bapak tidak menerima perlakuan istimewa saat tes CPNS, padahal dengan jabatan bapak tentu memudahkan putri bapak menjadi PNS. Saya juga melihat putera bapak berkeringat mengangkat kuali besar. Ini menunjukkan bapak mengajarkan anak untuk berjuang meraih sukses dengan tangannya, bukan karena bala bantuan orang tuanya. Bila anak selalu dimanjakan maka anak tidak akan memiliki semangat juang. Anak akan terbiasa mendapatkan sesuatu dengan mudah dan instan, biasanya dengan menghalalkan segala cara. Tindakan kasih sayang berlebihan pada akhirnya dapat mendorong seseorang melakukan korupsi.

Membahas tentang korupsi, ternyata permasalahan ini bagaikan fenomena gunung es. Dengan integritas KPK yang bergandengan tangan dengan ICW, telah banyak kasus korupsi besar yang menyita perhatian masyarakat terungkap dan diusut, antara lain korupsi pengadaan Simulator SIM, pendirian Wisma Atlet, kasus Gayus, dan lain-lain. Suatu prestasi yang wajib dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Tanpa disadari sebenarnya banyak korupsi “kecil-kecilan” terjadi di lingkungan kita. Pernahkah bapak pergi berbelanja kemudian kembaliannya berupa permen?. Menurut saya tindakan ini adalah korupsi. Memang terlihat nominalnya kecil, namun tetap saja perilaku ini merugikan dan merampas hak pelanggan. Tentu lebih baik menabung keping-keping koin daripada menabung permen kan pak? Menurut saya kebiasaan buruk walau terlihat remeh bila tidak segera diperbaiki seolah menjadi pembenar di hal salah yang skalanya lebih besar, demikian seterusnya... Upaya pembenaran harus selalu dilakukan. Saya setuju bila kurikulum pendidikan kita mengajarkan apa dan bagaimana upaya menghindari dan memerangi korupsi.

Banyak tindakan yang telah dilakukan untuk mencegah tindak korupsi. Bahkan sekarang setiap tanggal 9 Desember, bertepatan di hari saya menulis surat ini, diperingati sebagai Hari Anti Korupsi sedunia. Ini adalah upaya sosialisasi. Korupsi adalah kejahatan yang harus diperangi seluruh penduduk dunia. Yang terpenting adalah keberanian diri sendiri untuk berkata tidak pada korupsi dan melawan segala bentuk tindak korupsi. Saya melihat Pak Jokowi sangat ingin memberantas korupsi. Dengan kegigihan, komitmen, dan partisipasi segala lapisan masyarakat saya yakin korupsi dapat diberantas.

Salut untuk Pak Jokowi. Saya memiliki keyakinan bila Indonesia dipimpin oleh seseorang yang memiliki integritas dan sikap anti KKN seperti bapak, maka Indonesia dapat menjadi negara yang maju, berdaulat dan bebas dari korupsi. Saya percayakan nasib Indonesia 5 tahun ke depan pada bapak. Selamat kerja,kerja dan kerja Pak Jokowi... Semoga lagu-lagu Metalicca dapat meringankan beban bapak. Salam hormat untuk ibu. Semoga keluarga bapak yang sederhana selalu mengawal bapak menjadi bapaknya kami semua, pelajar Indonesia yang melihat binar Indonesia lebih baik ditangan bapak.

Hormat saya,

Alma Putri Dhiafira
Pelajar SMAN 5 Surabaya

BAGIKAN

Sahabat ICW_Pendidikan